Cara Mendeteksi Kanker Serviks

Kanker serviks yang umumnya banyak disebabkan oleh Virus Human Papiloma (HPV) yakni kutil kelamin yang disebabkan oleh tipe HPV yang menyebabkan kutil kelamin dan banyak ditularkan lewat hubungan intim. Adakalanya seseorang yang terinfeksi HPV tapi tidak terlihat adanya kutil kelamin. Wanita yang terinfeksi jenis HPV yang menjadi penyebab kanker serviks biasanya tidak mengalami gejala-gejala tertentu.

Karena tidak ada gejala melakukan pemeriksaan secara rutin menjadi hak yang sangat penting dalam mendeteksi adanya kelainan pada serviks yang disebabkan oleh HPV. Penularan infeksi virus ini memang banyak terjadi pada mereka yang sering berganti-ganti pasangan dalam melakukan hubungan seksual, sehingga memungkinkan adanya penularan infeksi virus yang dimiliki oleh salah satu penderita virus ini.

Ada beberapa langkah dalam mendeteksi kanker serviks sebelum kanker mematikan ini semakin melebarkan infeksi virusnya dan berkembang biak. Berikut beberapa langkah dalam mendeteksi kanker serviks, adalah :

1. Liquid Based Cytology (LBC) merupakan metode terbaru untuk mendeteksi dini kanker serviks yang merupakan perbaikan dari metode pap smear konvensional. Pap smear konvensional dapat mengidentifikasi kelainan pra kanker, tetapi sensitivitasnya hanya sekitar 60 %. Pemeriksaan sitologi berbasis cairan (LBC) dapat meningkatkan akurasi karena menyajikan slide (prepart) yang lebih baik sehingga memudahkan ahli patologi untuk menilai. Sel yang terambil pun tidak ada yang terbuang sehingga akurasi lebih tinggi. Selain itu dengan sample yang sama juga bisa dilakukan pemeriksaan HPV DNA Genotyping.

2. HPV DNA Genotyping merupakan pemeriksaan untuk mendeteksi adanya virus penyebab kanker serviks berikut dengan subtipenya. Pemeriksaan gabungan LBC dan HPV DNA Genotyping memberikan akurasi maksimal, yaitu sensitivitas 100 % dan mempunyai nilai prediksi negative (NPV) yang tinggi, artinya apabila dinyatakan negatif, maka pasien boleh tenang karena kemungkinan terkena kanker serviks boleh dikatakan tidak ada, setidaknya dalam waktu 3 tahun, sehingga lebih hemat biaya karena baru perlu diperiksa lagi 3 tahun kemudian apabila hasil negatif.

Posted in Penyebab Kanker Serviks | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala-Gejala Kanker Serviks

Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh dari sel-sel serviks, kanker serviks dapat berasal dari sel-sel di leher rahim tetapi dapat pula tumbuh dari sel-sel mulut rahim atau keduanya.

Wanita yang terindetifikasikan terserang kanker serviks, umumnya tidak menimbulkan gejala yang mudah untuk dikenali atau dirasakan oleh tubuhnya sendiri, namun jika gejala dari kanker serviks sudah memasuki stadium lanjut atau kronis baru akan menunjukkan gejala yang mungkin umum dirasakan, seperti :

1. Tidak dapat buang air kecil (terjadi sumbatan si saluran kencing)
2. Sakit ketika melakukan hubungan seksual
3. Tubuh terasa sangat lelah
4. Hilangnya nafsu makan
5. Berat badan yang turun secara drastis
6. Nyeri panggul (kanker yang mengisi panggul)
7. Sakit punggung (penyebaran ke tulang punggung)
8. Sakit di kaki (karena kaki bengkak, penyebaran ke tulang kaki)
9. Salah satu kaki bengkak (kanker yang menyumbat pembuluh limfe)
10. Terjadi perdarahan dalam jumlah yang cukup banyak dari vagina, akibat perdarahan dari kanker serviks yang di derita memasuki stadium lanjut
11. Bocor air kencing dan feses dari vagina (ada lubang fistel kandung kencing atau usus bawah)
12. Keretakan tulang (penyebaran kanker ke tulang)
13. Batuk-batuk (penyebaran mulai merambah ke paru-paru)

Gejala-gejala diatas merupakan gejala yang sangat umum terjadi dan tidak khusus sehingga sering terabaikan. Bahkan akhir-akhir ini diketahui dari hasil berbagai penelitian, bahwa banyak penderita kanker serviks yang tidak memperhatikan gejala sama sekali.

Di Indonesia diketahui jutaan wanita yang tidak menyadari dirinya mengidap penyakit tersebut, hingga mencapai stadium yang sudah parah. Karena itu sebaiknya anda lebih fokus ke faktor risiko penyakit kanker, agar anda bisa berjaga-jaga tidak terkena penyakit tersebut.

Posted in Penyebab Kanker Serviks | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Stadium Dalam Kanker Serviks

Penentuan stadium pada pasien kanker serviks sangat penting. Hal ini berkaitan dengan jenis pengobatan dan prospek pemulihan yang akan dilakukan. StadiumĀ  kanker sebagai berikut :

1. Stadium Prakanker (stadium 1)

Stadium prakanker hingga stadium 1 awal biasanya diobati dengan histerektomi. Apabila pasien masih ingin memiliki anak biasanya dilakukan metode LEEP atau cone biopsy.

2. Stadium awal (stadium 1 dan 2)

- Apabila ukuran tumor kurang dari 4 cm biasanya dilakukan radikal histerektomi atau radioterapi dengan atau tanpa kemoterapi.

- Apabila ukuran tumor lebih ari 4 cm biasanya dilakukan radioterapi dan kemoterapi berbasis cisplatin, histerektomi atau kemoterapi berbasis cisplatin yang dilanjutkan dengan histerektomi.

3. Stadium lanjut (stadium 2 akhir sampai stadium 4 awal)

Kanker serviks pada stadium ini dapat diobati dengan radioterapi dan kemoterapi berbasis cislptain. Pada stadium sangat lanjut (stadium 4 akhir), dokter dapat mempertimbangkan kemoterapi dengan kombinasi obat, misalnya hycamtin dan cisplatin.

Jika kesembuhan tidak dimungkinkan, tujuan pengobatan selanjutnya adalah mengangkat atau menghancurkan sebanyak mungkin sel-sel kanker. Biasaya dilakukan pengobatan yang bersifat paliatif yang ditujukan untuk mengurangi gejala-gejala.

Posted in Penyebab Kanker Serviks | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment